SANDARAN – Momen peresmian listrik 24 jam di Desa Manubar dan Manubar Dalam, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi perayaan besar bagi warganya. Selain meningkatkan taraf hidup ekonomi dan kualitas hidup lebih nyaman, juga memberikan dampak pembangunan lebih baik.
Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Ia menyampaikan dukunganya secara penuh bahwa Pemkab Kutim berusaha untuk menghadirkan pembangunan yang adil dan merata. Salah satunya menyelesaikan program listrik 24 jam dari desa-desa yang masih mengalami pemadaman bergilir.
“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat Kutim, tanpa terkecuali, merasakan manfaat pembangunan. Tidak boleh ada desa yang tertinggal dari cahaya listrik maupun dari akses kesehatan. Pemerintah akan terus hadir hingga ke pelosok terluar,” tegasnya
Upaya pemberian listrik 24 jam ini juga diharapkan mempengaruhi aspek pembangunan dari semua aspek. Dengan adanya akses pembangunan fisik layanan listrik 24 jam ini, Pemkab Kutim menggandeng PLN, PKK Kutim, Kecamatan Sandaran, Dinas Kesehatan Kutim, pihak PLN UP3 Bontang, dan unsur Forkopimcam Kecamatan Sandaran.
Menurut Ardiansyah, menyusul aka nada enam desa lagi di Kutim yang akan mendapatkan pencahayaan listrik 24 jam dari PLN. “Setelah Desa Manubar dan Manubar Dalam, kita harapkan ada enam desa lagi yang segera menyusul menikmati listrik 24 jam. Pelan tapi pasti, penerangan akan menjangkau seluruh masyarakat Kutim,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh warga Kutim berhak memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan fasilitas listrik, sehingga perlahan dia melakukan gerilya meningkatkan layanan ini dari desa ke desa.
“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat Kutim, tanpa terkecuali, merasakan manfaat pembangunan. Tidak ada desa yang tertinggal dari cahaya listrik maupun dari akses kesehatan. Pemerintah akan terus hadir hingga pelosok,” kata dia. (ADV/ProkopimKutim/T)







