SANGATTA – Komitmen menjadikan Kutai Timur sebagai Kabupaten Layak Anak kembali diwujudkan melalui seminar Menikah di Waktu yang Indah yang melibatkan APSAI Kutim, Yayasan Senyum dan Harapan, dan DPPPA. Seminar ini menghadirkan ratusan pelajar untuk memahami pentingnya memilih waktu yang tepat sebelum menikah.
Kepala DPPPA Kutim Idham Chalid menegaskan bahwa kegiatan ini bukan agenda seremonial, tetapi bagian dari gerakan kolektif dalam melindungi remaja dari praktik pernikahan dini. Ia menyampaikan apresiasi atas keterlibatan sektor swasta.
“Ini bukti sinergi pemerintah dengan stakeholder dalam memastikan anak-anak tumbuh dengan baik. Kutai Timur terus memperkuat posisi sebagai Kabupaten Layak Anak” ujar Idham.
Ketua APSAI Kutim Nanang Supriyadi menambahkan bahwa perusahaan juga memikul peran penting dalam membangun generasi muda yang siap secara mental dan sosial.
“Ini kontribusi perusahaan untuk generasi Kutim yang hebat. Kami berharap dunia usaha semakin bersinergi menghadirkan kegiatan serupa untuk mendukung keberlanjutan program generasi emas Kutim” ucap Nanang.
Seminar ini menghadirkan Deri Rizky Anggarani yang membahas risiko kesehatan dan dampak psikis pernikahan dini. Ia mengurai bagaimana tekanan ekonomi, pergaulan, dan minimnya pemahaman sering mendorong remaja menikah sebelum waktunya.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah instansi dan perusahaan seperti Dinas Kesehatan, Disdikbud Kutim, PT Pamapersada Nusantara, Perumdam TTB, Bank Kutim, DSN, dan KPC.
Dari edukasi ini, Kutim kembali menunjukkan bahwa status Kabupaten Layak Anak bukan sekadar predikat, tetapi hasil komitmen bersama dalam melindungi remaja dari risiko yang membayangi masa depan mereka.* (ADV/ProkopimKutim/T)








