SANGATTA – Kekurangan tenaga medis di Kutai Timur mendorong pemerintah daerah menggunakan beasiswa pendidikan sebagai strategi jangka panjang. Melalui kerja sama dengan Universitas Mulawarman, sembilan putra-putri daerah tahun ini memperoleh kesempatan menempuh pendidikan kesehatan dengan kewajiban kembali bekerja di Kutim setelah lulus.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati mengatakan penerima program terdiri atas dua calon dokter umum, dua dokter gigi, dua peserta pendidikan dokter spesialis, dan tiga mahasiswa Farmasi untuk profesi apoteker.
Seleksi penerima dilakukan menggunakan skala prioritas dan penilaian objektif dengan mempertimbangkan kebutuhan tenaga kesehatan daerah. Untuk pendidikan dokter spesialis, pemerintah hanya membuka kesempatan bagi tenaga kesehatan yang sudah berstatus ASN Pemkab Kutim.
Persyaratan tersebut berkaitan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan yang masih harus diperkuat. Pemerintah ingin para dokter yang memperoleh pembiayaan pendidikan dapat kembali ke Kutim dan mengisi kebutuhan tenaga medis tanpa berpindah tugas ke daerah lain.
Tidak hanya peserta pendidikan spesialis, seluruh penerima beasiswa juga terikat kewajiban pengabdian. Sebelum pencairan biaya pendidikan, mereka harus menandatangani surat perjanjian bermaterai yang mengatur komitmen kembali ke daerah asal setelah menyelesaikan studi.
Pemkab Kutim turut menerapkan penahanan ijazah setelah kelulusan. Ijazah nantinya diserahkan melalui Dinas Kesehatan sebagai mekanisme pengikat tambahan untuk memastikan penerima memenuhi masa pengabdian yang telah disepakati.
Menurut Yuwana, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan Kutai Timur secara terencana. Pemerintah tidak hanya mengejar jumlah penerima pendidikan, tetapi juga memastikan lulusan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat fasilitas kesehatan daerah.
Kerja sama dengan Unmul diharapkan menghasilkan tambahan sumber daya manusia bidang kesehatan dalam beberapa tahun mendatang. Skema ini sekaligus menunjukkan bahwa pemenuhan layanan kesehatan dilakukan melalui investasi pendidikan yang diarahkan kembali untuk kepentingan masyarakat Kutai Timur. (ADV/ProkopimKutim/TP)








