Berau – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kabupaten Berau menggelar aksi unjuk rasa di Kabupaten Berau, Senin (15/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi pendidikan yang dinilai masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana hingga dugaan praktik komersialisasi pendidikan.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah agar lebih serius memperhatikan pembangunan sektor pendidikan. Mereka menilai masih terdapat ketimpangan akses pendidikan serta sejumlah persoalan yang berpotensi menghambat terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.
Wakil Ketua Bidang Organisasi DPC GMNI Kabupaten Berau, Joan Fernanda Cristian, mengatakan pendidikan merupakan hak dasar warga negara yang harus dijamin negara dan pemerintah daerah. Menurutnya, seluruh masyarakat berhak memperoleh akses pendidikan yang layak tanpa dibatasi oleh kondisi ekonomi.
“Pendidikan adalah hak rakyat yang dijamin oleh konstitusi, bukan barang dagangan yang hanya dapat dinikmati oleh mereka yang memiliki kemampuan ekonomi tertentu. Pemerintah wajib memastikan pendidikan yang berkualitas dapat diakses oleh seluruh masyarakat tanpa diskriminasi,” ujarnya.
Joan menilai pemerintah daerah perlu melakukan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Berau. Upaya tersebut mencakup pembangunan dan perbaikan sarana-prasarana pendidikan, pemerataan akses pendidikan hingga ke wilayah terpencil, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta penyusunan program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti adanya indikasi praktik komersialisasi pendidikan yang dinilai dapat membebani masyarakat dan bertentangan dengan prinsip pendidikan sebagai hak dasar warga negara. Karena itu, mereka mendesak pemerintah bersama instansi terkait untuk melakukan pengusutan secara menyeluruh terhadap berbagai dugaan praktik yang berpotensi merugikan peserta didik maupun orang tua.
Dalam aksinya, Aliansi Mahasiswa Kabupaten Berau menyampaikan dua tuntutan utama. Pertama, mendesak Pemerintah Kabupaten Berau agar lebih serius dalam mengembangkan sektor pendidikan melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta penyediaan program pendidikan yang berpihak kepada kebutuhan masyarakat.
Kedua, mendesak pemerintah dan instansi terkait untuk mengusut tuntas indikasi komersialisasi pendidikan di Kabupaten Berau serta memberikan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan praktik yang bertentangan dengan prinsip pendidikan sebagai hak dasar warga negara.
Melalui aksi tersebut, DPC GMNI Kabupaten Berau bersama Aliansi Mahasiswa Kabupaten Berau mengajak seluruh elemen masyarakat, akademisi, tenaga pendidik, dan pemangku kebijakan untuk bersama-sama mengawal dunia pendidikan agar tetap berpijak pada nilai keadilan sosial dan amanat konstitusi.
Mereka berharap berbagai persoalan yang masih terjadi di sektor pendidikan dapat segera mendapat perhatian serius dari pemerintah sehingga cita-cita mewujudkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan berpihak kepada rakyat dapat benar-benar terwujud di Kabupaten Berau.








