SANGATTA – Penguatan layanan kesehatan di Kutai Timur (Kutim) kini tidak hanya menyasar kebutuhan masyarakat, tetapi juga membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan dunia usaha. Potensi tersebut muncul seiring bertambahnya kemampuan RSUD Kudungga menangani pemeriksaan medis yang sebelumnya banyak dilakukan di luar daerah.
Sektor pertambangan dan perkebunan menjadi salah satu pasar yang dapat digarap. Sejumlah perusahaan, termasuk PT Kaltim Prima Coal (KPC), selama ini mengirim pekerja ke Samarinda atau Balikpapan untuk memperoleh layanan pemeriksaan lanjutan. Kondisi itu dinilai dapat berubah setelah kapasitas layanan RSUD Kudungga semakin lengkap.
Manfaat penguatan tersebut justru terletak pada semakin dekatnya akses terhadap layanan medis. Pemerintah Kabupaten Kutim berharap kebutuhan rujukan keluar daerah dapat ditekan, sementara fasilitas yang tersedia tetap dapat dimanfaatkan masyarakat melalui BPJS Kesehatan.
Kemampuan itu ditopang oleh sejumlah fasilitas baru dan yang telah lebih dahulu beroperasi. RSUD Kudungga kini memiliki MRI, CT Scan, hemodialisis, cath lab, mammografi, serta gedung poliklinik.
Cath lab menjadi salah satu fasilitas yang memperkuat layanan jantung. Sistem Philips Azurion 7 C20 yang digunakan mengandalkan pencitraan X-ray tiga dimensi dan diklaim membantu mengurangi paparan radiasi.
Pada sisi lain, mammografi dosis rendah memberi ruang lebih besar bagi upaya menemukan kelainan tumor atau kanker payudara sebelum memasuki tahap bergejala. Dengan demikian, pengembangan layanan mencakup pemeriksaan lanjutan sekaligus deteksi dini.
Pemkab Kutim juga mengarahkan pengelolaan rumah sakit agar lebih mandiri melalui skema PPK-BLUD. Kerja sama dengan perusahaan didorong agar fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengingatkan bahwa investasi teknologi harus berjalan beriringan dengan kualitas tenaga kesehatan. Peningkatan kompetensi dan integritas dokter, perawat, serta tenaga medis menjadi penentu agar RSUD Kudungga mampu berkembang sebagai rumah sakit rujukan kawasan utara Kalimantan Timur. (ADV/ProkopimKutim/TP)








