
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk tidak hanya bergantung pada sektor pertambangan sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Meski sektor tersebut masih menjadi tulang punggung pendapatan daerah, muncul kesadaran kuat akan pentingnya diversifikasi ekonomi demi keberlanjutan pembangunan jangka panjang.
Anggota DPRD Komisi A, Yusuf T Silambi, menyampaikan, pemerintah daerah tetap mengoptimalkan kontribusi sektor pertambangan dengan menjaga iklim investasi yang kondusif tanpa membebani pelaku usaha. Namun, di sisi lain, pemerintah mulai mengarahkan fokus pada pengembangan sektor-sektor produktif lainnya seperti pertanian, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.
“Kalau untuk program prioritas, pemerintah tetap menaruh perhatian besar pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pertanian. Misalnya kelapa sawit, itu sangat mendukung perekonomian daerah,” jelas Yusuf.
Kebijakan diversifikasi ekonomi ini diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara pembangunan industri ekstraktif dan sektor ekonomi rakyat. Pemerintah berupaya agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bersumber dari tambang, tetapi juga dari kegiatan produktif masyarakat yang berkelanjutan.
Selain memperkuat sektor pertanian dan perkebunan, pemerintah juga berencana mendorong investasi di bidang ekonomi kreatif, UMKM, dan pariwisata lokal. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas lapangan kerja dan meningkatkan ketahanan ekonomi daerah terhadap fluktuasi harga komoditas tambang.
“Bagaimana ekonomi kita bisa tumbuh di daerah dan memberi kontribusi bagi perekonomian nasional, tanpa sepenuhnya bergantung pada batubara,” tegas Yusuf.
Dengan arah kebijakan tersebut, Kutai Timur berupaya keluar dari jebakan ekonomi tunggal dan menuju model pembangunan yang lebih berimbang, berkelanjutan, dan inklusif. (ADV)








