
Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui DPRD setempat bersiap meluncurkan program bus sekolah sebagai upaya meningkatkan aksesibilitas pendidikan bagi pelajar di daerah pinggiran. Program ini dijadwalkan mulai beroperasi akhir Oktober 2025 untuk mengatasi keterbatasan transportasi siswa.
Program yang telah melalui pembahasan intensif ini akan melayani rute utama di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, dua wilayah dengan jumlah pelajar cukup tinggi. Setiap armada dilengkapi fasilitas pendukung dan tenaga pendamping guna memastikan keamanan serta kenyamanan siswa.
Anggota DPRD Kutai Timur dari Partai Gelombang Rakyat Indonesia, H. Shabaruddin, mengonfirmasi kesiapan pelaksanaan program tersebut. “Kehadiran bus sekolah merupakan bentuk perhatian kami terhadap pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi pelajar di kawasan dengan infrastruktur transportasi terbatas,” ujarnya.
“Kami mengusulkan pengadaan beberapa armada bus dengan kapasitas memadai. Operasional bus akan disesuaikan dengan jam pembelajaran, melayani keberangkatan pagi dan kepulangan siang hari,” jelas Shabaruddin lebih lanjut.
Menurutnya, program bus sekolah dapat membantu keluarga di daerah yang memiliki keterbatasan akses transportasi, sekaligus menekan angka keterlambatan dan ketidakhadiran siswa.
“Dengan adanya layanan ini, anak-anak diharapkan dapat tiba di sekolah tepat waktu dengan fasilitas transportasi yang terjamin,” tambah politisi kelahiran 10 Januari 1964 ini.
Ke depan, program ini akan dievaluasi secara berkala untuk menambah jumlah armada dan memperluas jaringan rute ke kecamatan lain. Pemerintah daerah berharap layanan bus sekolah ini menjadi solusi berkelanjutan dalam meningkatkan partisipasi pendidikan dan mendukung mobilitas pelajar di Kutim. (ADV)








