SANGATTA – Menjaga kesehatan reproduksi tidak cukup dilakukan ketika keluhan mulai terasa. Kebiasaan menunda pemeriksaan justru dapat membuat sejumlah gangguan kesehatan terlambat diketahui, termasuk risiko kanker serviks yang dapat diantisipasi melalui deteksi dini.
Kesadaran tersebut perlu dibangun di kalangan perempuan karena kesehatan mereka turut berkaitan dengan kondisi keluarga. Perempuan yang memahami kondisi tubuhnya dan berani memeriksakan diri sejak awal memiliki peluang lebih besar untuk mengetahui adanya masalah sebelum berkembang lebih jauh.
Upaya mendorong keberanian itu dilakukan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim) melalui edukasi kesehatan reproduksi dan pemeriksaan IVA test. Kegiatan berlangsung di Aula Dinkes Kutim, Rabu (13/5/2026), dengan peserta ibu-ibu DWP se-PD Kabupaten Kutim.
Ketua DWP Dinkes Kutim, Nasra Ahzan Zainuddin, mengatakan kegiatan tersebut secara khusus menyasar perempuan di lingkungan DWP SKPD yang selama ini belum banyak tersentuh program pemeriksaan reproduksi. Menurutnya, rasa takut masih menjadi salah satu alasan perempuan enggan menjalani pemeriksaan.
Forum itu juga menjadi ruang bagi peserta untuk membahas berbagai persoalan yang jarang dibicarakan secara terbuka, mulai dari siklus haid, pap smear hingga penggunaan alat kontrasepsi. Salah seorang peserta mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai kesehatan reproduksi yang selama ini dianggap tabu.
Di sisi medis, dr. Sandri mengingatkan perempuan agar tidak menunggu gejala untuk melakukan screening. Pemeriksaan ulang dianjurkan setiap satu tahun, baik ketika terdapat keluhan maupun saat tubuh terasa sehat.
Ia juga meluruskan anggapan bahwa perempuan yang telah menjalani sterilisasi tidak lagi membutuhkan pap smear.
“Steril itu beda tempat dengan pap smear. Jadi tetap wajib melakukan pemeriksaan,” tegasnya.
Melalui edukasi dan pemeriksaan tersebut, DWP Dinkes Kutim berharap perempuan semakin berani memeriksakan kesehatan reproduksinya secara rutin sehingga gangguan dapat diketahui lebih dini. (ADV/ProkopimKutim/TP)








