SAMARINDA – Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akhir November 2024, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), bekerja sama dengan Smart Academy, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Mitigasi dan Penanganan Konflik Sosial pada Penyelenggaraan Pilkada 2024.” Acara yang berlangsung selama lima hari di Hotel Harris, Samarinda ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Kabupaten (Seskab) Kutim, Rizali Hadi, Senin (28/10/2024).
Fokus utama bimtek adalah menyusun strategi yang komprehensif, mulai dari upaya pencegahan hingga penanganan cepat jika situasi tidak kondusif muncul. Hal ini melibatkan koordinasi lintas sektoral, terutama aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan berbagai pihak lainnya.
Bimtek berlangsung 27-31 Oktober 2024 dan diikuti puluhan peserta dari sejumlah kalangan pemangku kepentingan di Kutim. Peserta mendapatkan pembekalan berbagai materi, seperti teknik mitigasi konflik, komunikasi efektif, dan simulasi penanganan potensi gangguan keamanan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan, tapi juga keterampilan praktis dalam mengatasi konflik di lapangan.
Menurut Rizali, bimtek ini adalah bukti nyata keseriusan Pemkab Kutim dalam mempersiapkan strategi antisipasi potensi konflik keamanan dan sosial terkait Pilkada. Rizali Hadi menekankan persiapan matang sangat dibutuhkan demi menjaga kondusivitas Pilkada.
“Dengan memetakan potensi konflik, kita bisa mengantisipasi dan menyiapkan strategi yang tepat agar konflik tidak berkembang menjadi permasalahan besar,” ujar Rizali dalam sambutannya.
Menurutnya, langkah pemetaan bukan sekadar analisis, tapi upaya awal menjaga keamanan dan kenyamanan selama proses demokrasi berlangsung. Rizali menjelaskan mitigasi konflik bukan sekadar menyiapkan tindakan preventif, melainkan juga rencana konkret dalam menghadapi konflik nyata di lapangan.
Rizali berharap sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat bisa menciptakan iklim yang kondusif selama Pilkada berlangsung. Dia optimistis dengan kerja sama yang kuat, potensi konflik bisa diminimalisir. Dia yakin dengan persiapan matang, Pilkada di Kutim dapat berlangsung damai dan bebas dari konflik sehingga jadi contoh pelaksanaan pemilu yang damai, aman, dan kondusif.
“Kami mengajak semua pemangku kepentingan untuk bekerjasama dalam menghadapi potensi konflik. Dengan persiapan yang matang, kami optimistis Pilkada 2024 di Kutim akan berlangsung damai dan lancar tanpa ada insiden yang mengganggu stabilitas,” ucapnya.
Sementara itu, Smart Academy mengapresiasi inisiatif Pemkab Kutim dalam mengedepankan kesiapan dan mitigasi konflik. Menurut perwakilan dari Smart Academy, keberhasilan Pilkada tidak hanya bergantung pada kesiapan teknis, tapi juga pada kestabilan situasi keamanan dan sosial.








