MUARA ANCALONG —Koperasi Perkebunan Sawit Rukmana Sari, di Senyiur, Kecamatan Muara Ancalong memasuki fase penting perjalanan kelembagaannya melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2024.
Forum tertinggi koperasi ini kembali mempertemukan pengurus dan anggota untuk mengevaluasi kinerja, menetapkan rencana usaha, serta memilih kepemimpinan baru sebagai arah lima tahun mendatang. Sebanyak 1.149 anggota tercatat hadir, melebihi batas kuorum dan menunjukkan partisipasi yang kuat dari para pemilik koperasi.
Acara dibuka oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman yang hadir bersama Ketua TP PKK serta Bunda PAUD Kutim Hj Siti Robiah. Hadir pula Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutim Teguh Budi Santoso, Camat Muara Ancalong M Harun Al Rasyid, unsur Forkopimcam, pengurus koperasi, tokoh masyarakat, dan perwakilan instansi terkait.
Di forum itu, laporan pertanggungjawaban 2024 menjadi salah satu agenda utama, disertai pembahasan rencana kerja 2025 serta pemilihan ketua koperasi untuk periode berikutnya. RAT, dalam pandangan pemerintah daerah, bukan hanya kewajiban formal, tetapi wadah demokrasi ekonomi tempat anggota menentukan arah badan usaha milik mereka sendiri.
Bupati Ardiansyah menyebut kehadiran besar anggota menjadi indikator hidupnya koperasi. “Selama tiga tahun berturut-turut saya hadir dalam RAT Koperasi Rukmana Sari. Ini bukan forum administratif semata, tapi pesta rakyat. Kehadiran anggota membuktikan bahwa koperasi ini hidup,” kata Ardiansyah.
Ia menegaskan, koperasi berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi desa, khususnya bagi petani sawit. Pemerintah memberi dukungan pada penguatan kelembagaan, akses permodalan, hingga peluang hilirisasi agar nilai tambah tidak bocor ke luar daerah.
“Kita ingin koperasi bergerak lebih jauh, tidak berhenti pada pengelolaan kebun. Pengolahan dan pemasaran mandiri harus menjadi target berikutnya agar nilai tambah tetap di tangan petani,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutim Teguh Budi Santoso menambahkan, Rukmana Sari termasuk 58 koperasi terbaik di Kutim berdasarkan indikator aktivitas nyata, transparansi, dan kebermanfaatan bagi anggota.
“Kehadiran anggota di RAT mencerminkan tingkat kepercayaan dan respons publik terhadap koperasi. Itu fondasi keberlanjutan,” katanya.
Melalui proses musyawarah, Darli terpilih sebagai Ketua Koperasi Rukmana Sari periode 2025–2030. Ia menyampaikan komitmen memperluas kemitraan usaha, meningkatkan SHU, serta mulai mendorong pemasaran hasil sawit dengan model hilirisasi dan penjualan digital. (ADV/ProkopimKutim/T)








