MUARA ANCALONG — Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Perkebunan Sawit Rukmana Sari Tahun Buku 2024 digelar di Desa Senyiur, Kecamatan Muara Ancalong. Forum tertinggi koperasi ini berjalan dengan tingkat partisipasi yang tinggi dan memenuhi kuorum kehadiran. Selain membahas laporan pengurus dan perkembangan usaha, RAT menjadi ruang dialog langsung antara anggota dan pemerintah daerah.
Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman hadir bersama Ketua TP PKK Hj Siti Robiah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Teguh Budi Santoso, Camat Muara Ancalong M Harun Al Rasyid, dan sejumlah unsur Forkopimcam. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa RAT bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan wujud nyata demokrasi ekonomi di tingkat desa.
“Tanggung jawab dan arah koperasi ditentukan oleh anggota, bukan oleh struktur di luar mereka,” ujarnya.
Dari podium, Ardiansyah menyampaikan tiga prioritas pembangunan yang akan difokuskan pemerintah di kawasan hulu. Pertama, optimalisasi serapan tenaga kerja lokal. Ia menekankan bahwa perusahaan di sekitar Senyiur harus memberi prioritas rekrutmen kepada warga setempat agar manfaat ekonomi tidak terpusat di luar wilayah.
Fokus kedua adalah penguatan koperasi sebagai wadah ekonomi berbasis komunitas. Bupati menilai koperasi seperti Rukmana Sari perlu dijaga transparansinya, diperkuat kapasitas pengelolaannya, dan terus membuka ruang partisipasi anggota agar tetap relevan sebagai tulang punggung ekonomi desa.
Ketiga, percepatan perbaikan jalan poros Kelinjau–Senyiur yang akan dikerjakan dengan pembiayaan tahun jamak hingga 2028. Infrastruktur ini dinilai krusial untuk menekan biaya logistik dan menjaga daya saing hasil perkebunan rakyat.
Dalam forum yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutim Teguh Budi Santoso menyebut kehadiran besar anggota menunjukkan kepercayaan yang sehat terhadap pengurus. RAT juga menghasilkan kepemimpinan baru dengan terpilihnya Darli sebagai ketua untuk periode 2025–2030.
Pertemuan tahunan ini memperlihatkan bagaimana koperasi berperan menjaga ekonomi desa tetap bergerak. Dengan dukungan kebijakan pemerintah, partisipasi anggota, dan akses pasar yang makin terbuka, koperasi diharapkan terus menjadi pilar ekonomi rakyat di pedalaman Kutai Timur. (ADV/ProkopimKutim/T)








