TELUK PANDAN – Kodim 0909/KTM bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) meresmikan pembangunan sumur bor di Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan, sebagai bagian dari Program Manunggal Air Bersih TNI Angkatan Darat. Fasilitas air bersih ini ditujukan untuk melayani sekitar 50 kepala keluarga atau 200 jiwa yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air.
Program tersebut menyasar dua isu krusial di wilayah pesisir dan pedalaman Kutim: krisis air bersih dan tingginya angka stunting. Pemerintah daerah menyatakan siap menindaklanjuti pembangunan ini sebagai bagian dari upaya pemenuhan hak dasar warga. “Apa yang disampaikan oleh Pak Dandim akan kami tindak lanjuti. Pemerintah daerah bersama Kodim 0909/KTM siap memastikan masyarakat mendapatkan haknya atas akses air bersih,” ujar Bupati Kutim.
Dandim 0909/KTM, Letkol Inf. Ragil, mengatakan pembangunan sumur bor merupakan instruksi Kepala Staf TNI AD dan menargetkan daerah yang rentan kekeringan. Kutim, menurutnya, termasuk wilayah prioritas. “Wilayah Kabupaten Kutim menjadi salah satu daerah prioritas karena masih menghadapi persoalan akses air bersih. Sumur bor ini dibangun sebagai bentuk nyata dukungan TNI terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sumur bor tersebut didesain dengan kedalaman 20 hingga 60 meter. Selain memenuhi kebutuhan air, program ini digabungkan dengan upaya penurunan angka stunting melalui kerja sama TNI dan BKKBN. Menurut Ragil, integrasi program air bersih dengan edukasi kesehatan dan perbaikan gizi akan memperkuat dampaknya. “Kami telah berkoordinasi dengan BKKBN Provinsi. Program air bersih ini sangat berpengaruh dalam menekan angka stunting,” ujarnya.
Pemerintah daerah dan TNI menargetkan fasilitas air bersih ini dapat segera beroperasi untuk mendukung kebutuhan warga sekaligus memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat desa. (ADV/ProkopimKutim/T)








