SANGATTA – Pelaksana Tugas Karang Taruna Kalimantan Timur, Agus Pranoto, menyampaikan bahwa selama hampir sepuluh tahun Karang Taruna Kutim tidak menunjukkan kegiatan yang terorganisir. Ia menekankan perlunya pemulihan peran Karang Taruna sebagai ruang pembelajaran sosial bagi generasi muda.
“Karang Taruna terbuka bagi setiap warga usia 13 hingga 45 tahun. Keberagaman latar belakang justru menjadi kekuatan,” kata Agus kepada awak media.
Aktivitas Karang Taruna Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali bergeliat setelah lama tidak berjalan. Kebangkitan organisasi ini ditandai melalui Temu Karya Karang Taruna Kutim 2025 yang berlangsung di Ruang Tempudau, Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Sangatta Utara. Kegiatan tersebut menjadi ajang penataan ulang struktur dan arah gerak organisasi.
Ketua DPRD Kutim, Jimmi, dalam kesempatan yang sama menilai Karang Taruna dapat menjadi mitra pembangunan daerah. Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu menyebut organisasi ini memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat sehingga mampu merespons persoalan sosial dengan cepat. Menurut dia, Karang Taruna dapat membantu pemerintah dalam pengembangan kegiatan kepemudaan, pemberdayaan UMKM lokal.
“Perangnya bisa diperluas untuk penguatan kearifan sosial di tingkat desa,” beber Jimmi.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, membuka kegiatan Temu Karya dan menegaskan bahwa Karang Taruna memiliki ruang kerja yang lebih luas daripada sekadar kepemudaan. Ia menyebut organisasi ini dapat bergerak di bidang sosial, kebudayaan, lingkungan, keagamaan, dan olahraga. Ardiansyah mendorong agar struktur Karang Taruna aktif hingga tingkat desa sebagai pendorong kolaborasi program sosial berbasis komunitas. “Kita berharap momentum ini menguatkan peran Karang Taruna dalam membangun Kutai Timur yang mandiri dan berdaya saing,” ujar dia.
Hasil Rapat Pleno I menetapkan Arsyil Dyago Tandi Tasik sebagai Ketua Karang Taruna Kutim periode 2025–2030. Dukungan datang dari 18 kecamatan serta perwakilan provinsi. Arsyil, atau Bang Ego, menyampaikan komitmennya memperluas jaringan kerja dan mendorong partisipasi anggota dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
“Karang Taruna harus hadir sebagai penggerak solidaritas sosial, bukan hanya pelaksana kegiatan. Kita bekerja bersama masyarakat,” ucap Bang Ego. (ADV/ProkopimKutim/T)








