SANGATTA — Berdiri tegap di hadapan Merah Putih pada upacara kemerdekaan bukan perkara gerakan baris-berbaris semata. Bagi pelajar yang terpilih sebagai Paskibraka Kutai Timur (Kutim) 2026, kesempatan tersebut menjadi amanah untuk menjaga kehormatan simbol negara sekaligus menguji kedisiplinan dan tanggung jawab.
Para anggota datang dari berbagai sekolah dan wilayah di Kutim. Di antaranya Geno Okteofandi dari SMKN 1 Kombeng, Yefan Ferdiansyah dari SMKN 2 Sangatta Utara, M. Alfajar Firmansyah dari SMAN 1 Sangatta Utara, serta Andri Benyamin dari SMAN 1 Sangatta Selatan. Perbedaan latar pendidikan itu dipertemukan dalam satu barisan dan satu tanggung jawab.
Sebelum menerima tugas, mereka menjalani pendidikan, pelatihan, serta pembinaan fisik, teknis, mental dan karakter. Latihan tersebut menuntut konsentrasi, ketelitian, kekompakan dan kemampuan mengendalikan diri. Setiap anggota harus siap menghadapi tuntutan tugas yang tidak memberi banyak ruang bagi kesalahan.
Tahap persiapan kemudian memasuki gladi bersih di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan itu menjadi pemantapan sebelum pengukuhan yang dijadwalkan Minggu (16/8/2026) oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman.
Pengukuhan menjadi penanda bahwa para pelajar tersebut siap menerima amanah sebagai Paskibraka. Dalam prosesi, mereka memegang Sang Merah Putih, menundukkan kepala untuk berdoa, lalu mengucapkan Ikrar Putra Indonesia sebagai peneguhan komitmen terhadap Pancasila, UUD 1945 dan NKRI.
Tugas mereka ditetapkan melalui Keputusan Bupati Kutim Nomor 200/K.260/2026 Tahun 2026 yang berlaku sejak 29 Juli 2026. Paskibraka bertugas mengibarkan dan menurunkan duplikat Bendera Pusaka pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dengan pembiayaan bersumber dari APBD sesuai ketentuan.
Namun, nilai dari proses tersebut tidak berhenti ketika upacara selesai. Disiplin, persatuan, kepemimpinan, jiwa ksatria dan kesediaan mengabdi diharapkan menjadi bekal mereka dalam kehidupan. Sebab, tugas menjaga Merah Putih hanya berlangsung dalam satu momentum, sementara karakter yang dibentuk di dalamnya diharapkan tumbuh jauh lebih lama. (ADV/ProkopimKutim/TP)








