
Sangatta – Dalam upaya memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menggulirkan program beasiswa dengan cakupan luas. Anggota DPRD Kutim dari Partai Nasdem, Yulianus Palangiran, menjelaskan, program ini dirancang untuk menjangkau berbagai jenjang pendidikan dan kalangan mahasiswa di daerah tersebut.
“Beasiswa itu program pemerintah yang sudah jelas, mulai dari SD, SMP, SMA, dan tahun ini untuk jenjang perguruan tinggi di Kutai Timur bersifat berkelanjutan dan bervariasi,” ujarnya.
Meski begitu, Yulianus menegaskan bantuan yang diberikan terbatas pada dukungan keuangan pendidikan langsung. “Cuma sebatas itu, beasiswa tidak ada tunjangan lain-lain,” imbuhnya.
Politisi kelahiran 7 Desember 1963 ini menegaskan, fokus utama program ini adalah membantu mahasiswa menanggung biaya pokok pendidikan, tanpa tambahan dana untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
Program beasiswa Kutim pertama kali diluncurkan pada 2022 dan dikelola oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutim. Program ini lahir sebagai bentuk inisiatif daerah setelah program Beasiswa Kaltim Tuntas dari pemerintah provinsi tidak lagi berjalan. Langkah ini menjadi simbol komitmen Pemkab Kutim dalam mengembangkan SDM lokal yang unggul dan berdaya saing tinggi.
Hingga 2025, beasiswa Kutim telah terbagi dalam tiga skema utama. Pertama, Beasiswa Tuntas, yang menanggung biaya kuliah penuh hingga masa studi berakhir dengan syarat IPK minimal 3,00. Kedua, Beasiswa Stimulan, berupa bantuan satu kali bagi mahasiswa berprestasi dengan IPK minimal 2,75, termasuk kategori khusus seperti penghafal Al-Qur’an dan mahasiswa kurang mampu. Ketiga, Beasiswa Kerja Sama, yang diberikan melalui kemitraan antara Pemkab Kutim dan perguruan tinggi.
Program ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga investasi strategis daerah untuk mencetak generasi muda yang mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan daerahnya. (ADV)








