SANGATTA – Pencegahan kebakaran di lingkungan permukiman tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas ketika api sudah muncul. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai memperkuat pendekatan preventif dengan melibatkan sekolah dan keluarga dalam edukasi keselamatan, termasuk melalui kegiatan bersama siswa TK Negeri Pembina.
Kegiatan berlangsung di halaman Markas Komando Damkarmat Kutim, Sangatta, dengan menghadirkan Bunda PAUD Siti Robiah Ardiansyah dan Kepala TK Negeri Pembina Nurjannah. Siswa mengikuti simulasi sekaligus dikenalkan pada peralatan yang digunakan petugas dalam operasi pemadaman dan penyelamatan.
Tidak hanya melihat dari dekat, anak-anak juga diajak mencoba peralatan secara langsung. Mereka belajar menggunakan selang pemadam dan mengenal armada operasional. Interaksi tersebut menjadi cara Damkarmat menyampaikan pesan keselamatan melalui pengalaman yang sesuai dengan karakter belajar anak usia dini.
Kepala Damkarmat Kutim Failu mengatakan pendekatan tersebut penting untuk membangun pemahaman bahwa api merupakan risiko yang harus dikenali, bukan sekadar sesuatu yang harus ditakuti. Ia juga memperkenalkan profesi pemadam sebagai bagian dari layanan penyelamatan masyarakat.
Kepala TK Negeri Pembina Nurjannah menilai kegiatan di luar kelas membantu anak memahami materi melalui pengalaman. Menurutnya, pembelajaran yang melibatkan gerak, penglihatan, dan interaksi membuat pesan keselamatan lebih mudah diingat.
Damkarmat sengaja melibatkan wali murid untuk memperpanjang jangkauan edukasi. Pengetahuan yang diterima anak di sekolah diharapkan dapat diteruskan dalam praktik keamanan di rumah, terutama saat keluarga beraktivitas di dapur atau menggunakan perangkat yang berpotensi memicu kebakaran.
Kolaborasi tersebut dipandang penting karena rumah menjadi lingkungan utama tempat anak menghabiskan waktu. Ketika orangtua memahami prosedur keselamatan yang sama, risiko kesalahan penanganan dapat ditekan.
Melalui pola edukasi yang menghubungkan sekolah, anak, dan keluarga, pemerintah berharap pencegahan kebakaran menjadi kebiasaan, bukan sekadar respons ketika bencana terjadi. Pengetahuan yang ditanamkan sejak dini diharapkan membentuk generasi yang lebih peka terhadap risiko dan pada akhirnya memperkuat ketahanan masyarakat Kutim terhadap kebakaran. (ADV/ProkopimKutim/TP)








