SAMARINDA – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tinggal menghitung hari. Dibutuhkan kesiapan matang untuk menyukseskannya. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kutim H M Agus Hari Kesuma mengatakan rapat tersebut membahas berbagai tantangan yang dihadapi, di antaranya masalah distribusi logistik ke wilayah pesisir yang sulit dijangkau. Rapat dihadiri sejumlah pimpinan daerah, antara lain Ketua DPRD Kutim Jimmi, Dandim 0909/KTM Letkol Inf Ginanjar Wahyutomo, Kapolres Kutim AKBP Chandra Hermawan, Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Rudi Iskandar, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Kutim.
“Kami mengharapkan Pilkada 2024 di Kutai Timur dapat berlangsung sukses, aman, dan kondusif,” ujar Agus Hari Kesuma.
Agus menekankan pentingnya sinergi antar semua elemen, baik dari apparat keamanan, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), hingga partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga situasi tetap kondusif.
Persoalan distribusi logistik ke wilayah-wilayah terpencil, seperti Desa Tanjung Mangkaliat di Kecamatan Sandaran, menjadi perhatian khusus. Kondisi geografis yang sulit diakses menjadi tantangan tersendiri. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kutim Tejo Yowono, mengungkapkan TNI Angkatan Laut melalui Lanal Sangatta telah diminta membantu distribusi logistik ke daerah-daerah terjauh.
“Di Desa Tanjung Mangkaliat, terdapat enam Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang sangat sulit diakses. Bantuan TNI AL diharapkan dapat memperlancar distribusi logistik sehingga pelaksanaan Pilkada di wilayah tersebut bisa berjalan lancar,” jelas Tejo.
Tidak hanya itu, personel tambahan dari Polda, Korem, serta Kodam VI/Mulawarman akan dikerahkan untuk memperkuat pengamanan selama Pilkada berlangsung. Dalam rapat yang juga membahas strategi pengamanan ini, berbagai pihak mengemukakan pentingnya kesiapan seluruh unsur. Termasuk aparat keamanan, penyelenggara pemilu, dan masyarakat dalam menciptakan suasana yang damai selama proses Pilkada.
Di akhir rapat, Agus Hari Kesuma berharap koordinasi rutin dapat terus dilakukan untuk mengevaluasi kondisi di lapangan dan menjamin kelancaran setiap tahapan pemilu. “Rakor seperti ini harus terus digelar secara berkala, apalagi dengan tantangan besar di daerah pesisir yang medannya berat. Kami berupaya keras memastikan semua elemen siap menghadapi Pilkada,” ujarnya.
Agus Hari Kesuma mengaku memanfaatkan momentum peringatan HUT ke-79 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Samarinda untuk berdiskusi lebih lanjut tentang keamanan Pilkada, termasuk upaya menjaga kondusivitas daerah. Semangat menjaga ketertiban dan partisipasi aktif masyarakat menjadi pondasi penting bagi Kutim dalam menyukseskan pesta demokrasi pada 27 November mendatang.








